Rabu, 29 Mei 2013

TAUSYIAH SMS


                                  TAUSYIAH SMS

Pekerjaan tersulit dalam kehidupan adalah membersihkan nafsu dari kotorannya

Bekerja keras adalah bagian dari fisik,
bekerja cerdas merupakan bagian otak,
sedangkan bekerja ikhlas merupakan bagian dari hati.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan kecerdasan,
 tapi cerdas tanpa hati nurani lebih berbahaya
karena bisa membuat kejahatan yang lebih dahsyat.

Jagalah hati
dari semainya bibit kesombongan dan kedengkian,
sebab jika bibit-bibit seperti itu tumbuh
maka lambat laun hati kita akan mati.

Jual beli itu
bukan hanya masalah transaksi uang dan barang
tapi harus jadi amal soleh.

Hilangnya nikmat adalah saat kita tak pandai bersyukur. Bersyukur kepada Allah itu ada tiga cara :
 bersyukur dalam hati,
dengan lisan
dan dalam sikap/perbuatan.

Bintang ilmu, bulan makrifat, dan matahari tauhid semuanya bersarang dan terbit hanya pada hati kita.

Orang yang cerdas menurut Rosulullah
adalah orang yang mampu menahan hawa nafsu
dan beramal untuk hari sesudah maut.

Kesuksesan
adalah milik orang yang sangat gigih mengubah dirinya
dan tidak akan terjadi perubahan
kecuali pada orang yang berani
melihat kekurangan dirinya.

Kegagalan
biasanya disebabkan oleh satu kelemahan manusia,
yaitu tidak adanya keseimbangan
antara keinginan dan kesungguhan
dalam menyempurnakan ikhtiar.

Mencari seribu satu alasan untuk memaklumi orang lain adalah cara melatih diri
agar berprasangka baik kepada orang beriman
dan waspada terhadap orang zhalim.

Keluh kesah dan amarah
tidak akan banyak mengubah keadaan,
selain akan lebih mempersulit posisi kita sendiri.

Ketidaksabaran kadang muncul
karena kita kurang mampu memahami hikmah
dibalik musibah yang menimpa.

Jadikan hari yang tersisa
menjadi hari yang selalu merindukan rida Allah.

Harta manusia sesungguhnya  terbagi tiga yaitu :
apa yang dimakan lalu habis,
apa yang dipakai lalu lusuh,
dan apa yang disedekahkan
akan tersimpan untuk akhirat.

Tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada akal
yang diperindah dengan ilmu, ilmu dengan kebenaran, kebenaran dengan kebaikan, kebaikan dengan taqwa.

Awalilah kesuksesan
dengan berani melihat kekurangan diri sendiri.

Waktu adalah modal utama dalam hidup kita,
 maka berbahagialah bagi siapapun yang pandai
mengatur dan memanfaakan waktu
sehingga tidak berlalu sia-sia.

Tidak akan pernah tentram rumah tangga
yang tidak mengarahkan anggota keluarganya
untuk bersungguh-sungguh taat kepada Allah.

Ciri Entreprener muslim :
Saat mencarinya
sangat menjaga keadilan dan kejujuran,
lalu setelah mendapatkannya
didistribusikan untuk kepentingan umat.

Jika kita memelihara kebencian dan dendam,
maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki
akan habis dan kita tidak akan pernah
menjadi orang produktif.

Orang serakah tidak akan pernah merasakan
lezatnya dan manisnya kenikmatan,
dia bagaikan orang makan yang tidak pernah merasakan kenyang dan nikmatnya makanan.

Ada dua macam perjuangan :
 perjuangan untuk tetap hidup di dunia
dan perjuangan untuk meraih kehidupan kekal di akhirat dengan sebaik-baiknya.

Barang siapa ingin dunia harus dengan ilmu,
ingin  akhirat harus dengan ilmu,
ingin dunia dan akhirat harus dengan ilmu.

Tidak ada penghinaan yang akan membuat kita sengsara jika kita jadikan itu sebagai ladang amal
untuk meningkatkan kemuliaan
dengan memaafkan dan sabar.

Orang tawadu’
tidak pernah melihat orang lain
lebih rendah dari dirinya.

Kehidupan adalah medan perang
tanpa gencatan senjata,
titik lemah manusia adalah ketika akalnya tertutup
oleh hawa nafsu
sehingga salah memilih jalan dan keputusan.

Jalan terbaik bagi kita
membalas dendam terhadap musuh
adalah dengan cara
meningkatkan derajat dan kehormatan diri sendiri.

Salah satu ciri akhlak mulia
adalah bersikap ramah dan lemah lembut
terutama
kepada orang yang seharusnya dipimpin dan dibina.

Banyak orang menginginkan kebahagiaan,
namun seringkali justru sebaliknya yang didapatkan, sebab dia salah memahami arti kebahagiaan itu sendiri.

Kita harus bersabar tidak hanya dalam kesempitan
tapi juga dalam kelapangan.

Seni yang paling baik dalam bersilaturahmi
adalah banyak-banyak untuk mengingat
dan mengakui kekurangan diri sendiri.

Banyak orang berusaha untuk merubah dunia ,
tapi sedikit sekali
orang yang terlebih dahulu berusaha merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan shaleh.

Bukti ketakwaan adalah bertawakal dengan baik terhadap apa yang belum dicapai,
merasa rida terhadap apa yang belum diperoleh, bersikap sabar terhadap apa yang luput diperoleh.

Orang sukses sejati
adalah orang yang terus berusaha membersihkan hati.

Kekuatan rohani
terbentuk dengan adanya kesadaran dan perasaan
akan adanya hubungan dengan Allah
kita wajib menjadikannya sebagai harta
yang tidak akan pernah habis dan sirna.

Amatlah akan sangat beruntung sukses dan bahagia
bagi orang yang beriman dan khusuk dalam shalatnya.

Jika hati seseorang
telah diberi makanan berupa dzikir
dan diberi minuman berupa tafakur
serta bersih dari penyakit duniawi,
maka akan tampak berbagai hikmah dan keajaiban.

Kebohongan pertama
akan melahirkan kebohongan-kebohongan lain 
yang akan menyebabkan seseorang
kehilangan jati diri dan kemuliaannya.

Allah lebih mencintai orang yang diberi sedikit rizki
dan dia tidak pernah berkeluh kesah sedikitpun
dari pada orang kaya yang selalu merasa kekurangan.

Rizki yang bermanfaat adalah rizki yang disedekahkan.

Kalau kita sudah dekat dengan Allah,
maka kita akan mendapat ketenangan
dalam persaingan hidup ini.
Sehingga tidak akan merasakan kekecewaan dalam setiap kegagalan.

Allah memerintahkan ibadah kepada kita
bukan semata-mata untuk diriNya
tapi justru untuk kebaikan diri kita sendiri.

Rahasia mengatasi kesombongan diri kita adalah
jangan pernah melihat atau memandang orang lain
 lebih rendah dari dirinya.

Kalau kita tahu bahwa kecerdasan itu ,
 ia bisa menempatkan sesuatu dengan sangat tepat dijalan yang disukai Allah swt.

Islam mengajarkan kita untuk berfikir
tentang saat kematian
tentang keadaan alam kubur
dan befikir suatu masa yang belum datang.

Seorang pemimpin sejati
dia tidak berfikir untuk hari saja,
tapi mampu membuat perencanaan
5 sampai 10 tahun kedepan,
juga strategi jangka panjang dan jangka pendek.

Jangan ada pertengkaran ,karena buat apa  !!
 tak menghasilkan sesuatu yang berguna.
Berfikirlah mau dijadikan apa rumah tangga kita,
apa akan berkaya-kaya di dunia, tapi disiksa diakhirat, atau berlimpah didunia dan diakhirat ahli surga.

Kita butuh pemimpin yang akur,
orang – orang pintar yang bisa akur
dan kita butuh juga rakyat yang mau akur
mulailah dengan diri sendiri untuk akur dengan siapapun.

Tak sedikit orang yang cita-citanya
hanya sampai dunia saja.
Berfikirlah jauh kedepan
karena berfikir jauh itu
menentukan apa yang bisa kita lakukan.

Seseorang yang mampu kendalikan perasaannya
adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya.

Seorang pemimpin yang baik
ia selalu berusaha memimpin lisan nya ,
karena setiap kata yang buruk itu
bagaikan pisau yang mengiris
atau palu yang menghantam.

Kejujuran akan melahirkan
komitmen-komitmen dari orang lain
untuk membenarkan dan mempercayai kita
serta munculnya rasa aman bagi orang lain.

Tabiat nafsu selalu tidak sebanding
antara kesenangan yang didapat dan akibat
atau resiko yang diterimanya.

Pujilah dengan tulus dan tepat
terhadap sesuatu yang layak untuk dipuji
sambil dikaitkan dengan kebesaran Allah ,
agar kita tetap ingat
pada asal muasal nikmat yang diraihnya.

Tidak pernah ada orang yang menjadi miskin
karena rajin bersedekah .
Tingkatkanlah sedekah kita selama di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini.

Jadikanlah setiap detik berharga dimata Allah swt. Detik-detik yang telah kita lewati
tidak akan pernah kembali
maka gunakan setiap kesempatan
dengan perbuatan yang mulia.

Bersedekahlah dimanapun kita berada
tanpa harus memilih atau memilah
apa yang hendak kita sedekahkan .

Saudaraku berlomba-lombalah dalam beramal
karena tabungan yang hakiki
adalah amal perbuatan kita
yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

Bila kita mencela orang maka kita cacat hati
karena tidak mampu melihat hikmah Allah,
cacat adab karena merendahkan makhluk Allah
dan cacat akhlak karena tak berbuat apa-apa.

Jangan pernah ragu atas milik Allah ,
hanya Allah pemberi hidayah.
Kita harus terus meningkatkan
mutu keyakinan kepada Allah ,
agar Allah juga selalu yakin untuk memberikan
apapun yang kita minta dan yang tidak kita minta.

Orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah
ketika melihat sesuatu 
hatinya pun ikut melihat keagungan Allah.

Berjuang memuliakan orang tua kita ,
bukan berarti kita sanggup memberikan petunjuk .
Kita berjuang lewat doa dan perbuatan, dengan harapan Allah yang memberikan petunjuk.

Sempurnakanlah ikhtiar kita ,
kejarlah pertolongan Allah,
semoga Allah menolong kita
menjadi orang yang selalu rindu,
mengenal Allah dan diberi karuniaNya.

Kunci dari kredibilitas adalah kejujuran.
Kita harus belajar yakin
bahwa tak ada satupun pengundang bencana,
kecuali perilaku kita sendiri
dan tak ada yang bisa menolong kita kecuali Allah.

Cahaya yang menerangi hati manusia
adalah nur dari sifat-sifat Allah.
Cahaya yang tampak
adalah berkas cahaya yang diciptakanNya
dan Cahaya yang tidak tampak
adalah Cahaya dari sifat-sifat Allah.

Jangan menyuruh orang lain
sebelum menyuruh diri sendiri,
jangan melarang orang lain
sebelum melarang diri sendiri.

Kalau hati tertutup maka dunia ini menakutkan.
Melihat uang takut tidak mendapat bagiannya.
Ketika sudah dapat justru takut hilang.

Hikmah menjaga kesucian qolbu
adalah dibukanya pintu hikmah oleh Allah.

Bagi orang-orang yang hatinya terbuka,
insya Allah tidak ada kerisauan tentang rezeki.
 Rizki sudah pasti Allah membagikan,
tidak akan pernah tertukar.

Marilah kita rasakan,
apapun yang kita raba
dengan indra membuat kita mengenal hikmah
dibalik setiap kejadian yang ada.

Biasakanlah anak-anak untuk mandiri,
bebas dan berani bertanggung jawab.
Sehingga mereka akan tumbuh
dan berkembang dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Jika anda merindukan keindahan
maka berbuatlah kebajikan
karena kebajikan merupakan budi pekerti yang indah, sedangkan dosa
adalah perbuatan yang menyesakkan dada.

Orang yang hatinya kotor
tidak akan peka
dengan perilaku maksiat yang dilakukannya.

Seorang pemimpin yang bersyukur
akan berjuang sekuat tenaga
untuk membuat orang yang dipimpinnya
mengenal Allah dan mengenal kebenaran.

Pemimpin yang amanah akan bertanggung jawab terhadap perkara sekecil apapun.

Setiap berkata benar-benar tidak ada keraguan
tak meremehkan waktu walau sedetikpun.

Dengan ilmu seorang suami atau istri
akan berbuat apapun dengan penuh keikhlasan
dan merasa rida dalam melayani
dan berkhitmad terhadap pasangannya masing-masing.

Derajat suami ditentukan oleh perjuangannya
menjadi pemimpin rumah tangga,
sehingga ia akan menuntut dirinya untuk menjadi tauladan bagi keluarga yang dipimpinnya.

Istri yang bersikap setia dan jujur kepada suami, meringankan setengah beban kehidupan suami,
minimal senyuman yang membahagiakan,
surga pahalanya.

Janganlah kita merasa kecewa jika tidak mengerti, tetapi hendaklah kecewa karena tidak belajar.

Menularnya akhlak yang buruk terhadap lingkungan kita akibat tidak punya keberanian kita
dalam menyampaikan kebenaran.

Apabila kita tak melatih
terhadap kejenuhan menuntut ilmu,
maka kita harus siap dalam kerendahan.

Tidak akan ada penyebar fitanah,
 apabila tidak ada yang mendengarnya.

Termasuk dosa besar,
jika kita mengagumi alam dan segala isinya
tetapi lupa kepada yang Maha Menciptakannya.

Putus asa adalah kesalahan fatal manusia
karena
didalam kesusahan ada hikmah yang sangat besar.

Orang yang paling jahat
dari pada penggunjing dan penyebar fitnah
adalah orang yang senang mendengarkan mereka.

Lapangkanlah selalu hati kita,
karena apa yang dibangun oleh akal yang luas
dapat dihancurkan oleh hati yang sempit.

Jangan kita berbicara tanpa akal
dan jangan bekerja tanpa perencanaan
karena hasilnya akan kecil
dan lebih jauhnya berantakan.

Ikhlas adalah kunci kekuatan dalam cobaan,
Ditengah kedukaan gempa Aceh,
kepedulian dari kita semua merupakan bentuk perhatian yang sangat dibutuhkan mereka.

Apabila kita memperoleh pangkal kenikmatan
janganlah kita menghilangkan ujungnya
karena hal itu merupakan tanda tidak bersyukur.

Sungguh indah sekali dimata Allah jika kita mengamalkan kebajikan
tetapi kita merahasiakannya.

Allah memberikan rejeki kepada burung
tetapi tidak dengan meletakkan rezeki itu disarangnya, maka sempurnakanlah sesuatunya dalam berikhtiar.

Sirnalah kebahagiaan seorang wanita
jika ia tidak mampu
menjadikan suaminya kawan yang termulia.

Orang yang takut mati
tidak akan luput dari kematian
dan ketahuilah orang yang mencintai dunia juga
tidak akan hidup kekal.

Orang tidak pernah merasakan
pahit getirnya kemiskinan
tidak akan merasakan lezatnya kekayaan.

Orang yang rela mengorbankan kemerdekaannya
berarti ia mengorbankan sifatnya sebagai manusia.

Kalau Allah menghendaki keburukan seseorang
maka dia menguasakan atasnya pendengki
yang tidak punya belas kasihan.

Sungguh aneh orang yang dipuji karena kebaikannya, sedangkan dia tidak memiliki kebaikan apapun.

Kedermawanan sejati
adalah bila memberikan sesuatu kepada orang lain
sedangkan anda sendiri ikhlas memberikannya.

Bahagiakanlah keluarga kita
sebelum membahagiakan orang lain.

Keluarga akan bahagia
jika seluruh anggota keluarga merasa bahagia
dan saling membahagiakan dan rumahnya.

Kita jadikan musibah membuat kita makin tunduk, rendah hati, gemar bersujud.

Jadikanlah ibadah tawaf di Baitullah
menjadi sarana melatih kesabaran,
hingga kembalinya seseorang dari berhaji
tumbuh dalam jiwanya sifat penyabar.

Puncak haji adalah saat wukuf di arafah
yang menjadi puncak penghambaan
seseorang kepada Allah,
maka hendaknya sorang yang berhaji
senantiasa merasa rendah diri.

Perjuangan penuh peluh bahkan darah
saat melempar jumrah
menjadi lambang perjuangan seseorang
dalam melawan syetan dalam kehidupannya.

Orang pertama yang banyak mengambil manfaat
dari tindakan membahagiakan orang lain
adalah mereka yang menjadikan tindakan itu
sebagai prioritas dalam hidup mereka.

Masa lalu itu sudah tidak ada,
jangan sekali-kali hidup dalam mimpi buruk masa lalu, dan di bawah payung masa silam.

Jangan terlalu resah dengan musibah yang menimpa sebab dzat yang menentukan itu semua ,
punya surga, pahala, pengganti,
dan ganjaran yang besar.

Allah akan senantiasa dekat jika dipanggil ,
senatiasa mendengar jika diseru,
dan akan mengabulkan jika dimohon.

Berbuat baik itu seperti parfum
yang memberikan manfaat
kepada yang membawa , yang menjual,
sekaligus yang membelinya.

Orang yang paling baik ialah
yang mengetahui kekurangan diri dan memperbaikinya,
sehingga bertambah kebaikannya.

Orang yang sempurna ilmu dan dan imannya
akan terlihat sempurna amalnya
karena sempurna ketaqwaan kepada Allah.

Kenali kekurangan diri sendiri
agar tidak sombong
dan ketahui kelebihan diri sendiri
agar tidak rendah diri.

Memikirkan kekurangan diri sendiri
mendatangkan kemuliaan.
sibuk melihat keburukan orang lain
mendatangkan kehinaan.

Semakin cepat bertaubat kepada Allah
atas kemaksiatan yang dilakukan
niscaya akan semakin tenang hati kita.

Maafkan dan doakanlah orang – orang
yang pernah berbuat tidak baik kepada kita,
karena diberikan kepada seorang yang memaafkan itu, kemuliaan.

Kebahagiaan itu hanya diberikan
kepada orang – orang yang gemar memberi,
karenanya jauh lebih baik kita memberi
sebelum tangan kita menerima.

Ketaatan dan ketawakalan ,tidak bersikap mubazir
dan tidak melampaui batas
adalah ciri dari muslim yang tawadlu.

Tumbuhkan kasih sayang,
karena ia akan melahirkan
kemampuan mengendalikan diri
dan mendzolimi orang lain.

Tidak ada yang lebih berbahaya
dalam kehidupan berumah tangga
kecuali jika membiarkan kemaksiatan didalamnya.

Jangan menunda berbuat kebaikan
karena akan menutup kebaikan yang lainnya,
menunda kebaikan
menghilangkan  kesempatan untuk beramal.

Kesuksesan usaha
adalah bertambahnya manfaat bagi sesama.

Berjuta manusia merasakan kenikmatan di Baitullah, seharusnya kenikmatan itupun
menyertai ibadah – ibadah lainnya
sepulang dari Baitullah.

Sikap berhati – hati dalam berkata dan berbuat lahir dari kemampuannya mengendalikan diri , itulah buah yang harus dipetik oleh orang – orang yang pulang dari Tanah Suci.

Bila kelapangan materi yang Allah berikan untuk berhaji membuat bangga diri
maka yang didapat hanyalah kehinaan belaka.

Haji yang mabrur
tiada ganjarannya yang sesuai melainkan surga.

 Tidak ada jalan bagi kita untuk menjadi sombong
dan takabur dengan jamuan Allah di Arofah,
kecuali
kita harus semakin memperbaiki kualitas diri sendiri.

Berkurban adalah jalan untuk melatih diri
memupus rasa cinta akan dunia
dan melatih jiwa untuk berbagi rizqi dengan yang lain.

Berbanggalah dengan predikat haji yang disandang hanya akan menghinakannya,
namun jika kesederhanaan yang ditampakkan
maka akan menambah kemuliaan.

Apa yang kita kurbankan di dunia
dari daging dan darahnya
tidaklah berarti apa – apa
kecuali jika bernilaiketakwaan.

Seseorang mulia bukan karena apa yang dimilikinya
tapi karena pengorbanannya
untuk memberikan manfaat dari orang lain.

Beragam keistimewaan dan keutamaan
yang berpuncak pada surga
yang menanti seseorang yang berhaji,
 namun hanya diperuntukkan bagi orang – orang yang meraih haji mabrur.

Kekuatan terbesar dari kata – kata yang kita ucapkan adalah pada saat kita mampu berbicara jujur.

Ungkapan terimakasih kita kepada orang lain
adalah bagian rasa syukur kita kepada Allah,
 karena tidak dikatakan bersyukur
orang yang tidak berterimakasih kepada sesama.

Bertindaklah yang diridoi Alah,
karena sedikit saja tergelincir dalam dosa
mampu memporak - porandakan kehidupan keluarga.

Rumah yang barokah
adalah rumah yang memberikan kesejukan,
ketenangan bagi penghuninya
dan itu akan diperoleh jika rumah itu
banyak dipakai untuk mengingat Allah.

Amanah mengemban peran dalam keluarga
akan melahirkan keseimbangan
yang pada akhirnya akan lahir keharmonisan.

Bagi  yang ridlo dengan ketentuan Allah,
maka ia akan merasakan hikmah
dibalik takdir Allah atas dirinya.

Ketika kita menerima ujian dan cobaan
maka tidak ada jalan yang lebih menentramkan
kecuali meyakini
bahwa pemberi jalan terangan hanyalah Allah.

Saat menjalankan ibadah haji
adalah saat menunjukkan ketaatan yang sempurna sebagai manusia kepada Allah.

Predikat haji tidak mulia
bila menjadikan seseorang sombong
dan merasa lebih dari orang lain.

Hikmah ibadah haji adalah pengorbanan,
kesungguhan dan keyakinan yang kuat kepada Allah.

Berbahagialah bila diberi kemampuan menunaikan ibadah haji
karena itu merupakan nikmat yang sangat besar bagi kaum muslim.

Kesempurnaan seorang muslim ialah
mampu menjalankan semua rukun islam
yang puncaknya adalah ibadah haji.

Bekal ilmu akan memudahkan
dalam menjalankan ibadah haji,
tanpa ilmu ibadah bisa rusak dan tidak diterima Allah.

Sungguh mulia yang hajinya Mabrur
karena ia mendapat surga sebagai balasannya.

Orang baik bukan yang tanpa kekurangan,
tapi yang selalu memperbaiki
kekurangannya.

Berkorban jiwa dan harta
serta sungguh – sungguh mencapai kebaikan
merupakan semangat haji mabrur.

Mabrurnya haji seseorang ialah
bertambahnya amal solehnya,
mulia akhlak
dan kecintaannya kepada Allah dan Rosul-Nya.

Predikat haji bukan untuk dibanggakan kepada manusia tapi untuk dipertanggung jawabkan pada Allah.

Usaha yang berkah
adalah yang menambah kebaikan
dan tidak menzalimi orang lain.

Siapa yang dengan hajinya mampu menolak kemaksiatan maka mendapat keutamaa pahala haji.

Kejujuran adalah ketenangan,
kebohongan adalah keresahan,
malu adalah benteng pelindung,
 ilmu adalah hujjah,
kefasihan adalah keindahan,
diam adalah kebijaksanaan.

Dari Abu Qatadah,
Rasulullah saw bersabda
bahwa puasa hari assyura (10 Muharram) itu menghapuskan dosa 1 tahun yang telah lalu. (H.R.Muslim)

Mengapa harus menyerah
jika berdiam diri tidak membuat waktu berhenti, rintangan hanyalah sebuah jeda kehidupan,
 penguji ketulusan perjuangan,
 jihad menggapai ridho Illahi. Alloohu Akbar!!

 “Berlomba-lombalah kamu
untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu
dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi,
yang disediakan bagi orang-orang yang beriman
kepada Alloh dan rasul2-Nya.”
 (Q.S. 57:21)

Bahkan dalam letih pun seorang da’i tetap tersenyum, karena apa yang kita tunaikan menjadi jaminan bermakna untuk usia dan bermanfaat untuk kehidupan. Semoga kita bisa menjaga keikhlasan hingga tiap jerih payah kita bisa berbalas pahala-Nya.

 “Hai orang-orang yang beriman,
 janganlah hartamu dan anak-anakmu
melalaikanmu dari mengingat Alloh.
Barangsiapa yang berbuat demikian
maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”
 (Q.S. 63:9)

( Edoy Permana )