KARENA
Karena sering yakin akan bangun lagi
Aku lebih sering tertidur daripada tidur
Padahal tidur pun adalah kebajikan bila diniatkan
Karena tak tahu kapan datangnya ajal
Hampir tak pernah kutulis dan kuucapkan wasiat
Padahal utang dan janjiku pun tak hanya satu dua
Karena kedua perekam itu tak terlihat
Begitu nikmatnya kubicarakan kejelekan orang lain
Padahal suara hati pun
terekam oleh keduanya
Karena tidak melakukan dosa besar
Sering aku merasa tak memiliki dosa besar
Padahal kumpulan dosa kecilku pun lebih besar dari itu
Karena ibadah wajib sudah kukerjakan
Sering kumerasa amal kebajikanku sudah cukup
Padahal itu pun belum tentu kulakukan dengan ikhlas
Karena kemalangan itu pedih dan anugerah itu nikmat
Tentu kupilih anugerah dan kutolak kemalangan
Padahal ada tiadanya bukan aku yang mencipta
Karena kematian belum menghampiriku
Sedikit yang kuperbuat untuk menghadapinya
Padahal ketika itu keputus-asaan pun tak ada guna
Karena manusia bisa beralasan
Beribu “karena” terucap dan dipersiapkan
Padahal kelak itu pun tak bisa dijadikan alasan
( Edoy Permana )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar