Betulkah
Kita Berjuang ?
“Janganlah kamu bersikap lemah dan bersedih hati padahal
kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang yang
beriman. Jika kamu terluka sesungguhnya orang-orang kafir itu pun terluka dan
Kami pergilirkan masa (jaya dan hancur) di antara manusia dan supaya Allah
membedakan antara orang yang beriman dan kafir dan memilih di antaramu sebagai
syuhada, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. Dan agar Allah
membersihkan dosa orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang kafir.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah
orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS.Ali Imran:
139-142)
Ayat-ayat
di atas cukup menerangkan kepada kita dimensi perjuangan membela Ad-Dien ini
yang diwajibkan oleh Allah SWT ke atas hamba-hamba Nya yang beriman. Ribuan
pemandangan menyedihkan dilalui oleh umat Islam di seluruh dunia. Dan apa yang
sedang menimpa mereka adalah bagian dari babak-babak perjuangan yang sudah sepantasnya
dilalui oleh setiap pejuang(mujahid) yang semua itu dituliskan oleh Allah SWT
sebagai sunnatullah untuk mengangkat lagi derajat mereka di sisiNya.
Tetapi
yang menjadi pertanyaan adalah: Apa peran kita sebagai muslim terhadap mereka?
Apakah kita biarkan? Ataukah pembelaan terhadap mereka adalah kewajiban kita?
Baik kewajiban secara agama bahwa mereka adalah saudara seiman kita, atau
mungkinhanya sekedar kewajiban kwmanusiaan saja, keduanya menuntut hal yang
sama, yaitu “Pembelaan.”
Serangan
tentara kafir laknatullah ke atas Daulah Islamiyah di berbagai belahan dunia
tidak bisa dianggap sebagai serangan khusus yang hanya mengkhususkan
gerakan/organisasi Islam tertentu saja. Tetapi serangan itu harus dianggap
serangan umat Islam seluruhnya dan tusukan yang menyakitkan ke atas Islam
seluruhnya.
“Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi
fitnah dan agama seluruhnya bagi Alah.” (QS.Al Baqarah: 193)
Bukankah
itu terjadi antara dua kubu? Jelas adalah antara kubu Islam dan kubu kafir yang
dikepalai oleh Amerika Serikat dan Israel. Lalu manakah pembelaan umat Islam
kepada kubu Islam? Bukankah mereka muslimim? Atau keimanan kita telah hilang
dimakan buaian dunia dan tipu daya musuhnya?
“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan
yang berlebihan.” (QS.Al-Fajr: 20)
Saudara...
Pembelaan
harus kita laksanakan bersama, itu kewajiban kita, lakukan apa yang anda mampu,
apa saja... walau hanya dengan pena. Tetapi ingat setiap pembelaan harus di
atas garis syari’at, karena perjuangan yang keluar dari ajaran Allah dan
rasulNya tidak akan diterima olehNya dan hanya menjadi sperti debu yang ditiup
angin...
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang
memerangi kamu, dan janganlah melanggar batas, sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melanggar batas.” (QS.Al Baqarah: 190)
Rasulullah
SAW mengajarkan kita berjihad, bukan berdemonstrai yang justru hanya merusak
citra Islam di mata dunia. Apalgi dipandang dari kacamata syari’at yang melihat
bahwa demonstrasi adalah bagian dari ajaran demokrasi yang merupakan ajaran
orang-orang sekuler.
Lalu
bagaimana ana aan memperjuangkan agama ini melalui ajaran mereka? Mengapa tidak
memilih ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah?
“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu
mereka, maka pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya...”
(Al-Mukminun: 71)
“...Sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya
(dari kebenaran).(An-Nisa:27)
Demonstrasi
tidak akan memberikan hasil, anda hanya menghabiskan harta dan tenaga serta
waktu untuk berkumpul dan menjerit jerit di jalanan menuntut suatu tuntutan.
Tetapi setan-setan itu malah tertawa terbahak-bahak dalam istana-istana mereka
dengan udara sejuk dari penyaman udara bermerk Amerika. Jadi lakukanlah sesuatu
yang berguna, jangan ampunkan musuh-musuhmu, karena mereka tidak akan pernah
mengampuni kamu dan saudara-saudaramu dan jika mereka berkesempatan untuk
menguasaimu, pasti mereka akan melaukan hal yang sama, yaitu
membinasakanmu.
“Barangsiapa berperang karena meninggikan
Kalimatullah, maka ia di jalan Allah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar