Kamis, 25 April 2013

Betulkah Kita Berjuang ?

Betulkah Kita Berjuang ?



“Janganlah kamu bersikap lemah dan bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang yang beriman. Jika kamu terluka sesungguhnya orang-orang kafir itu pun terluka dan Kami pergilirkan masa (jaya dan hancur) di antara manusia dan supaya Allah membedakan antara orang yang beriman dan kafir dan memilih di antaramu sebagai syuhada, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. Dan agar Allah membersihkan dosa orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”                           (QS.Ali Imran: 139-142)



     Ayat-ayat di atas cukup menerangkan kepada kita dimensi perjuangan membela Ad-Dien ini yang diwajibkan oleh Allah SWT ke atas hamba-hamba Nya yang beriman. Ribuan pemandangan menyedihkan dilalui oleh umat Islam di seluruh dunia. Dan apa yang sedang menimpa mereka adalah bagian dari babak-babak perjuangan yang sudah sepantasnya dilalui oleh setiap pejuang(mujahid) yang semua itu dituliskan oleh Allah SWT sebagai sunnatullah untuk mengangkat lagi derajat mereka di sisiNya.

     Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah: Apa peran kita sebagai muslim terhadap mereka? Apakah kita biarkan? Ataukah pembelaan terhadap mereka adalah kewajiban kita? Baik kewajiban secara agama bahwa mereka adalah saudara seiman kita, atau mungkinhanya sekedar kewajiban kwmanusiaan saja, keduanya menuntut hal yang sama, yaitu “Pembelaan.”

     Serangan tentara kafir laknatullah ke atas Daulah Islamiyah di berbagai belahan dunia tidak bisa dianggap sebagai serangan khusus yang hanya mengkhususkan gerakan/organisasi Islam tertentu saja. Tetapi serangan itu harus dianggap serangan umat Islam seluruhnya dan tusukan yang menyakitkan ke atas Islam seluruhnya.

“Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya bagi Alah.” (QS.Al Baqarah: 193)



     Bukankah itu terjadi antara dua kubu? Jelas adalah antara kubu Islam dan kubu kafir yang dikepalai oleh Amerika Serikat dan Israel. Lalu manakah pembelaan umat Islam kepada kubu Islam? Bukankah mereka muslimim? Atau keimanan kita telah hilang dimakan buaian dunia dan tipu daya musuhnya?

“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS.Al-Fajr: 20)



Saudara...

     Pembelaan harus kita laksanakan bersama, itu kewajiban kita, lakukan apa yang anda mampu, apa saja... walau hanya dengan pena. Tetapi ingat setiap pembelaan harus di atas garis syari’at, karena perjuangan yang keluar dari ajaran Allah dan rasulNya tidak akan diterima olehNya dan hanya menjadi sperti debu yang ditiup angin...

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, dan janganlah melanggar batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas.” (QS.Al Baqarah: 190)



     Rasulullah SAW mengajarkan kita berjihad, bukan berdemonstrai yang justru hanya merusak citra Islam di mata dunia. Apalgi dipandang dari kacamata syari’at yang melihat bahwa demonstrasi adalah bagian dari ajaran demokrasi yang merupakan ajaran orang-orang sekuler.

     Lalu bagaimana ana aan memperjuangkan agama ini melalui ajaran mereka? Mengapa tidak memilih ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah?

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, maka pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya...” (Al-Mukminun: 71)



“...Sedang orang-orang yang mengikuti hawa  nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).(An-Nisa:27)



     Demonstrasi tidak akan memberikan hasil, anda hanya menghabiskan harta dan tenaga serta waktu untuk berkumpul dan menjerit jerit di jalanan menuntut suatu tuntutan. Tetapi setan-setan itu malah tertawa terbahak-bahak dalam istana-istana mereka dengan udara sejuk dari penyaman udara bermerk Amerika. Jadi lakukanlah sesuatu yang berguna, jangan ampunkan musuh-musuhmu, karena mereka tidak akan pernah mengampuni kamu dan saudara-saudaramu dan jika mereka berkesempatan untuk menguasaimu, pasti mereka akan melaukan hal yang sama, yaitu

membinasakanmu.

“Barangsiapa berperang karena meninggikan

Kalimatullah, maka ia di jalan Allah.”


( Edoy Permana )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar