TAQWA TEMPATNYA DI HATI
Seperti kata pepatah 'rambut bisa sama
hitam, hati bisa lain-lain'. Perangai dan sikap manusia juga berbeda. ada yang
hidup baik-baik, seperti suka bersedekah, menolong orang susah dan memberi
nasehat kepada insan yang memerlukan. Ada
juga yang berpura-pura alim, memakai kopiah, berkelakuan sopan dan bercakap
lemah lembut di khayalak ramai tetapi di lubuk hatinya, tersirat maksud
tersendiri yang orang lain tidak tahu. Niat dan perbuatan tidak sama,
seolah-olah ada udang di balik batu.
Walaupun orang lain tidak tahu, setiap
mukmin harus insaf dan sadar bahwa Allah Maha Mengetahui setiap apa yang kita
lakukan. sebagai insan lemah, kita tidak lari daripada bersikap takwa sepanjang
masa.
Taqwa bertujuan memelihara diri dari azab
Allah dengan mengerjakan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang
dilarang.
Hadis
Rasulullah: "Taqwa itu berpuncak disini (sambil baginda menepuk dadanya
tiga kali). " Jelaslah, apa yang dimaksudkan Rasulullah ialah taqwa itu
tempatnya di lubuk hati, bukan di ujung lidah, sebab apa yang diucapkan oleh
lidah belum tentu sama dengan apa yang bersemayam di hati.
Sabda baginda lagi: " Sesungguhnya
Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kamu, akan tetapi Allah melihat
kepada apa yang tersemat di dalam hati kamu. "Hadist ini bermaksud segala
amal lahiriah manusia harus diliputi taqwa, bertempat di lubuk hati, seperti
meninggikan syiar agama Allah, menyimpan perasaan takut kepada Allah, menjaga
diri dari kemurkaan-Nya.
Rasulullah bersabda:" sesungguhnya
di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh itu.
Jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh itu. ketahuilah Ia adalah hati. "
Ulama sufi Hasan al-Basri ketika ditanya
mengenai kebaikan budi pekerti, menerangkan : "Kebaikan budi pekerti ialah
berwajah manis ( tidak cemberut ), bermurah hati dan berhenti menyakiti orang lain.
"
Ulama Abu Bakar Muhammad bin Musa
Al-Wasiti pula berkata: "kebaiakan budi pekerti ialah seseorang itu tidak
memusuhi siapapun dan tidak pula dimusuhi. "
Kata Syah bin Syujak Al-Karmani :
"Kebaikan budi pekerti ialah berhenti menyakiti orang lain dan tabah
menanggung kesusahan. " sebagai insan bertaqwa, seseorang itu perlu baik
pergaulannya, menyenangkan orang lain ketika senang atau susah.
Edoy Permana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar