Jumat, 26 April 2013

TAQWA TEMPATNYA DI HATI

TAQWA TEMPATNYA DI HATI



       Seperti kata pepatah 'rambut bisa sama hitam, hati bisa lain-lain'. Perangai dan sikap manusia juga berbeda. ada yang hidup baik-baik, seperti suka bersedekah, menolong orang susah dan memberi nasehat kepada insan yang memerlukan. Ada juga yang berpura-pura alim, memakai kopiah, berkelakuan sopan dan bercakap lemah lembut di khayalak ramai tetapi di lubuk hatinya, tersirat maksud tersendiri yang orang lain tidak tahu. Niat dan perbuatan tidak sama, seolah-olah ada udang di balik batu.



       Walaupun orang lain tidak tahu, setiap mukmin harus insaf dan sadar bahwa Allah Maha Mengetahui setiap apa yang kita lakukan. sebagai insan lemah, kita tidak lari daripada bersikap takwa sepanjang masa.

 Taqwa bertujuan memelihara diri dari azab Allah dengan mengerjakan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang dilarang.



       Hadis Rasulullah: "Taqwa itu berpuncak disini (sambil baginda menepuk dadanya tiga kali). " Jelaslah, apa yang dimaksudkan Rasulullah ialah taqwa itu tempatnya di lubuk hati, bukan di ujung lidah, sebab apa yang diucapkan oleh lidah belum tentu sama dengan apa yang bersemayam di hati.



       Sabda baginda lagi: " Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kamu, akan tetapi Allah melihat kepada apa yang tersemat di dalam hati kamu. "Hadist ini bermaksud segala amal lahiriah manusia harus diliputi taqwa, bertempat di lubuk hati, seperti meninggikan syiar agama Allah, menyimpan perasaan takut kepada Allah, menjaga diri dari kemurkaan-Nya.



       Rasulullah bersabda:" sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh itu. Jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh itu. ketahuilah Ia adalah hati. "



       Ulama sufi Hasan al-Basri ketika ditanya mengenai kebaikan budi pekerti, menerangkan : "Kebaikan budi pekerti ialah berwajah manis ( tidak cemberut ), bermurah hati dan berhenti menyakiti orang lain. "



       Ulama Abu Bakar Muhammad bin Musa Al-Wasiti pula berkata: "kebaiakan budi pekerti ialah seseorang itu tidak memusuhi siapapun dan tidak pula dimusuhi. "



       Kata Syah bin Syujak Al-Karmani : "Kebaikan budi pekerti ialah berhenti menyakiti orang lain dan tabah menanggung kesusahan. " sebagai insan bertaqwa, seseorang itu perlu baik pergaulannya, menyenangkan orang lain ketika senang atau susah.

Edoy Permana
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar