Laa Tahzan
Saudaraku,
Yang
Menciptakan kita berfirman:
Tiada suatu bencana
pun yang menimpa di bumi dan
tidak pula pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS al-Hadid [57]: 22).
Sesungguhnya
Kami akan menimpakan cobaan atas kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan
serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah berita
gembira kepada
orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah, mereka
mengucapkan, "Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn." (QS al-Baqarah
[2]: 155-156).
Hai manusia,
bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah
suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu
melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak
yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat
manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi
azab Allah itu sangat kerasnya. (Al Hajj 1-2)
Kita tidak
mengerti musibat gempa bumi ini kebetulan terjadi pada musim haji, ALLAH SWT
pasti punya rencana tersendiri diluar pengetahuan kita sebagai mahlukNYA. Haji
adalah latihan pulang kepada Tuhan. Dan musibah gempa bumi adalah latihan untuk
menyadari kekuasaan Tuhan.
Saudaraku
rahimakumullah Hapuslah Air Mata Itu...
Bencana
dahsyat yang melumat Serambi Makkah, ternyata menjadi pupuk bagi berseminya
kembali tunas solidaritas, empati, dan persaudaraan. Tadinya, kita abai dengan
semua itu, bahkan melupakannya. Kita sibuk dengan kepentingan sendiri-sendiri.
Tragedi itu menyentakkan kita. Kini, semua merasa perlu
mengulurkan
tangan, memberika apa pun yang kita miliki untuk menghapus duka di Aceh,
Sumatra Utara, maupun Nias. Kita tak mungkin menulikan telinga dari isak tangis
mereka yang kehilangan sanak saudara dan harta benda.
Kita tak akan
bisa berpura-pura tidak melihat mayat bergelimpangan, puing-puing berserakan,
anak-anak sakit dan kelaparan, antrean panjang warga yang hanya berharap
setetes air bersih atau bahan bakar minyak, dan ribuan pengungsi yang menyesaki
tenda-tenda darurat. Sebongkah hati tak mungkin berbohong untuk mengingkari
rasa persaudaraan itu. Adalah kewajiban dan tanggung jawab kita untuk menghapus
air mata itu, dan membawa saudara-saudara kita ke tempat yang tiada lagi
kesedihan. Sesulit apa pun itu harus dilakukan.
Duka Aceh
adalah duka kita semua, rakyat Indonesia
I'lamuu
annamal hayaa tuddun-yaa la 'ibun. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan
dunia itu hanyalah suatu permainan. (QS. Al Hadiid 57:20)
Dan bahwasanya
Dia_lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. (QS. An Najm 53:43)
Kita ini
sesungguhnya sedang bermain dalam sebuah panggung kehidupan yang
diciptakan_Nya. Dengan berbagai peran, keadaan dan penjiwaan. Siapapun diri
kita Saudaraku, Seorang yang kaya...ataukah miskin ?... Kaya Jiwa ataukah harta
?..., Miskin harta ataukah bathin?.. Seorang insan yang penuh duka ?...ataukah
seorang hamba yang senantiasa ceria dan bahagia ?...
Suatu ketika
kita akan tertawa, dan dilain waktu kita juga akan dipaksa menagis sebagaimana
musibah yang engkau hadapi saat ini.
Masya Allah...Itulah
Kuasa_Nya Allah...
(Subhanallah,
walhamdulillah, walaa ilaa ha ilallah, wallaahu Akbar...)
Duhai yang
dilanda duka...
Laa tahzan
walaa takhaaf...
Janganlah
sedih dan janganlah takut...
Allah Swt
Berfirman:
Maa wadda 'aka
rabbuka wamaa qalaa.
Tuhanmu tidak
meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu. (QS. Ad Dhuha 93:3)
Allah
menimpakan padamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati
terhadap apa yang luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. (QS.
Ali Imran 3:153)
Dekati Dia...
Bukankah
dengan Sifat Maha Penyayang_Nya engkau sebut Dia Yang Tersayang ?!
Bukankah
dengan Sifat Maha Pengasih_Nya engkau sebut Dia Sang Kekasih ?!
Mengadulah
Pada Kekasihmu...!
Dia akan
menguatkan jiwamu, menentramkan Qalbumu
Dia
sebaik-baik penolong...Sebaik-baik pelindung…
Percayakan
semua pada_Nya...
Karena dalam
Cinta ada kepercayaan !
Sesungguhnya
bagimu pada siang hari mempunyai urusan yang banyak, karena itu menyepilah...
Ucapkan
pada_Nya..."Yaa Habibi...Wahai Kekasihku... Aku ingin mengadu
pada_Mu!"
Dengan
kelembutan_Nya Ia berfirman:
Qumil laila.
Bangunlah untuk shalat di malam hari. (QS. Al Muzzammil 73:2)
Nisfahuu
awin-qush minhu qaliilaa.
(Yaitu) seperduanya
atau kurang dari padanya sedikit. (QS. Al Muzzammil 73:3)
Au zid
'alaihi. Atau lebih atasnya. (QS. Al Muzzammil 73:4)
Shalatlah
dengan penuh rasa cinta dan kerinduan... Itu akan membuatmu khusyu'...
Kemudian...
Tumpahkanlah
segala apa yang menyesakkan dadamu...
Adukan semua
pada_Nya...
Dengan
ungkapan pilu...ataupun diiringi tangisan yang lembut...
Kerena
sesungguhnya...Dia adalah Sebaik-Baik Pendengar...
Dan
Berdo'alah...
Dengan penuh
harap, rendah diri, dan suara perlahan...seperti do'a yang diajarkan_Nya:
Rabbi
adkhilnii mudkhala sidqin-wa akhrijnii mukhraja sidqin-waj 'al lii min-ladunka
sulthaanan nashiraa.
Ya Tuhanku,
masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara
keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang
menolong. (QS. Al Israa 17:80)
Jaa al haqqu
wazahaqal baa thilu, innalbaa thila kaana zahuu qaa.
Telah datang
yang benar dan telah lenyap yang bathil. Sesungguhnya yang bathil itu adalah
sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al Israa 17:81)
Ataupun
do'a-do'a lain yang menjadi keinginan... Hantarkan ia dengan bahasa yang mudah
bagimu...dan jangan pernah merasa sungkan...
Sabda
Rasullullah Saw:
Sesungguhnya
Roobmu itu pemalu lagi pemurah, merasa malu apabila tidak mengabulkan do'a
kepada hamba_Nya yang mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a lalu
dikembalikan kosong. (HR. Muslim)
Selanjutnya...
Faqra uu maa
tayassara minal qur aan. Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Qur'an. (QS. Al
Muzzammil 73:20)
Warattilil qur
aana tartiilaa.
Dan Bacalah
Qur'an itu secara perlahan-lahan. (QS. Al Muzzammil 73:4)
Untuk apa Ia
menyuruhmu membaca Surat Cinta_Nya (Qur'an) wahai Saudaraku?...
Kami turunkan
dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS. Al Israa 17:82)
Nah...bagaimana
keadaanmu sekarang ?...Terasa ringan bukan ? Insya Allah...
Dan saat-saat
yang indah bersama_Nya ini tak'kan pernah kau lupakan...
Dimana engkau
akan senantiasa rindu dan ingin s'lalu menjumpai_Nya...
Jika tak'bertemu
sehari saja...Ada sesuatu yang hilang...Iapun semakin sayang dan semakin cinta
padamu...Masya Allah...
Tetapi
Saudara...
Tahukah dirimu
kenyataan yang sebenarnya ?...
Sesungguhnya
Sang Kekasih itu senantiasa ada bersamamu...
Tak pernah
jauh...Dia begitu dekat...sangat dekat... Mampukah engkau menangkap
keberadaan_Nya?... (QS. Al Baqarah 2:186), (QS. Qaaf 50:16), (QS. Al Baqarah
2:115), (QS. Al Hadiid 57:4)
Dia ada di
sini...Melihat aku menulis untukmu...
Dan
melihatmu...Yang kini sedang meresapinya...
Dengarkan
bisik Qalbumu...Dan engkaupun akan merasakannya...
Laa tahzan
Janganlah sedih (Don't be Sad)
walaa
takhaaf... dan janganlah takut...
Kuatkanlah
Hatimu Saudaraku, Tabahlah atas musibah yang sedang menimpamu. Semoga Allah SWT
selalu bersamamu. Amiin ya Robbal alamiin
( Edoy Permana )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar